Our social:

Kamis, 12 Desember 2019

Waspadai Komplikasi Antibiotic Associated Diarrhea




Diare merupakan suatu kondisi yang banyak dialami oleh orang-orang. Gejala diare ditandai dengan meningkatnya frekuensi buang air besar yang cair atau encer. Penyebab diare ini bermacam-macam, ada yang memang karena infeksi bakteri dalam saluran cerna atau karena penggunaan antibiotik. Khusus untuk diare karena obat Anda bisa mengatasinya dengan probiotik kapsul antibiotic associated diarrhea.

Penanganan diare yang tepat akan segera menghentikan diare dan mempercepat proses penyembuhan. Karena diare yang diakibatkan oleh penggunaan antibiotik ini maka Anda bisa memanfaatkan probiotik untuk mengatasinya. Probiotik ini dapat meningkatkan jumlah bakteri baik yang berkurang karena pengaruh antibiotik yang Anda konsumsi. Cara ini membuat keseimbangan bakteri dalam saluran usus kembali normal dan diare akan berhenti.

Komplikasi Diare Karena Antibiotik
Pada umumnya diare akan diikuti dengan keluhan mual, pusing dan lemas pada penderitanya. Pada kasus antibiotic associated diarrhea ini komplikasi yang dialami cukup berbeda. Bakteri C.difficile akan muncul akibat terapi antibiotik yang mengganggu keseimbangan bakteri di usus. Beberapa komplikasi yang menyertai antara lain:
1.    Kehilangan Nafsu Makan
Pada penderita diare karena antibiotik ini, akan mengalami penurunan nafsu makan karena badan menjadi lemas dan tidak bertenaga. Rasa pusing yang dirasakan juga menjadi penyebab penderita menjadi kehilangan nafsu makan.
2.    Mual dan Muntah
Pada artikel penyebab muntah pada anak gue sehat disebutkan bahwa, anak dengan gejala diare dapat mengakibatkan mual dan muntah. Terutama pada diare yang telah akut. Apabila hal ini dibiarkan akan menjadi dehidrasi yang mengancam nyawa anak.
3.    Demam
Demam yang terjadi selama diare memang bukanlah demam tinggi, namun walaupun hanya demam rendah Anda patut waspada jika terjadi kenaikan suhu yang drastis. Terus pantau suhu tubuh agar tidak terjadi komplikasi yang lebih parah. Apabila suhu naik secara cepat segera konsultasikan pada dokter Anda.
4.    Kram dan Nyeri Pada Perut Bawah
Adanya infeksi bakteri pada saluran cerna membuat perut bawah menjadi nyeri dan terasa sakit. Sering juga terjadi kram karena nyeri yang amat sangat. Walau pada umumnya nyeri dan kram ini tidak berlangsung lama, jika keluhan dirasakan berlanjut segera hubungi dokter.

0 komentar:

Posting Komentar